Di Instagram, jumlah followers bukan lagi penentu utama keberhasilan. Yang jauh lebih penting adalah engagement seberapa banyak orang berinteraksi dengan konten Anda lewat like, komentar, share, save, dan DM. Tanpa engagement, konten akan sulit menjangkau audiens baru karena algoritma Instagram memprioritaskan konten yang aktif berinteraksi dengan pengguna.
Karena itu, strategi pembuatan konten tidak bisa asal posting. Dibutuhkan pendekatan yang terarah, konsisten, dan berbasis perilaku audiens.
1. Pahami Audiens Secara Spesifik
Konten dengan engagement tinggi selalu terasa “ngena”. Itu terjadi karena brand benar-benar paham siapa audiensnya.
Beberapa hal yang wajib dipetakan:
- Usia & gaya hidup target
- Masalah yang sering mereka hadapi
- Tujuan mereka menggunakan Instagram (hiburan, edukasi, inspirasi, belanja)
- Jenis konten yang paling sering mereka simpan atau bagikan
Semakin spesifik Anda mengenal audiens, semakin mudah membuat konten yang terasa relevan.
2. Gunakan Formula Konten 40–40–20
Strategi ini efektif menjaga keseimbangan agar akun tidak terlihat “jualan terus”.
40% Edukasi
Tips, tutorial, insight, how-to, penjelasan sederhana.
40% Hiburan / Relatable
Meme, fakta unik, storytelling, behind the scenes, konten yang bikin “wah ini gue banget”.
20% Promosi
Penawaran produk/jasa, testimoni, soft selling, showcase layanan.
Dengan komposisi ini, audiens tetap merasa mendapatkan nilai, bukan sekadar jadi target jualan.
3. Hook Kuat di 3 Detik Pertama
Di Reels maupun carousel, audiens memutuskan lanjut atau scroll dalam hitungan detik.
Gunakan pembuka seperti:
- “Jangan posting kalau belum tahu ini…”
- “Alasan kenapa engagement kamu stuck…”
- “Kesalahan fatal brand di Instagram…”
Hook yang memicu rasa penasaran meningkatkan watch time dan peluang konten didorong algoritma.
4. Fokus pada Konten yang Bisa Disimpan & Dibagikan
Algoritma Instagram sangat menyukai save dan share. Itu sinyal bahwa konten Anda bernilai.
Contoh konten dengan potensi save tinggi:
- Checklist
- Step by step tutorial
- Ringkasan tips
- Framework sederhana
Semakin sering konten disimpan, semakin besar jangkauannya.
Baca Juga : Bagaimana Mengetahui Video Ads Anda Efektif atau Tidak?
5. Maksimalkan Carousel dan Reels
Saat ini, dua format paling “disayang” algoritma adalah:
Carousel
Mendorong orang swipe, meningkatkan durasi interaksi.
Reels
Memberi peluang menjangkau non-followers lebih luas.
Gabungkan keduanya untuk hasil maksimal: edukasi lewat carousel, awareness lewat Reels.
6. Gunakan CTA yang Mengundang Interaksi
Jangan biarkan audiens hanya melihat. Ajak mereka bertindak.
Contoh CTA engagement:
- “Tim setuju atau tidak?”
- “Simpan post ini kalau berguna.”
- “Tag teman yang butuh info ini.”
- “Komentar ‘MAU’ kalau mau part 2.”
CTA sederhana bisa menaikkan komentar secara signifikan.
7. Konsistensi Lebih Penting daripada Sempurna
Algoritma menyukai akun yang aktif dan stabil. Lebih baik posting rutin dengan kualitas baik daripada jarang posting tapi perfeksionis.
Buat jadwal seperti:
- 3–5 feed per minggu
- 2–4 Reels per minggu
- Story setiap hari
Konsistensi membangun kebiasaan audiens melihat brand Anda.
8. Evaluasi dari Data, Bukan Perasaan
Gunakan Instagram Insights untuk melihat:
- Konten dengan save terbanyak
- Konten dengan share tertinggi
- Waktu audiens paling aktif
- Tipe konten paling banyak komentar
Ulangi pola konten yang performanya paling tinggi.
Kesimpulan
Engagement tinggi tidak datang dari keberuntungan, tapi dari strategi konten yang tepat, relevan, dan konsisten. Saat konten benar-benar membantu, menghibur, atau mewakili audiens, interaksi akan naik secara alami.
Kalau ingin strategi konten Instagram yang terstruktur, kreatif, dan terbukti meningkatkan engagement, Lensagram siap bantu brand Anda tampil menonjol di tengah persaingan digital. Saatnya akun Anda bukan cuma aktif, tapi juga hidup dan ramai interaksi.
Hubungi Lensagram sekarang dan tingkatkan engagement Instagram bisnis Anda secara signifikan. 🚀
Baca Juga : Bagaimana Mengetahui Video Ads Anda Efektif atau Tidak?