Punya ribuan bahkan puluhan ribu followers di media sosial memang terlihat mengesankan. Namun, followers banyak belum tentu berarti penjualan ikut meningkat.
Sebuah bisnis bisa memiliki jumlah followers yang besar, tetapi jika audiens tidak tertarik membeli, tidak mengenal produk dengan baik, atau tidak diarahkan untuk melakukan tindakan, angka tersebut hanya menjadi statistik.
Di sinilah digital marketing berperan. Digital marketing bukan sekadar membuat konten dan mengumpulkan followers, tetapi bagaimana sebuah bisnis membangun hubungan dengan audiens hingga mendorong mereka menjadi pelanggan.
Followers Banyak Tidak Selalu Berarti Banyak Penjualan
Jumlah followers sering digunakan sebagai salah satu indikator popularitas sebuah akun. Padahal, jumlah tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan pemasaran.
Bayangkan sebuah bisnis memiliki 50.000 followers, tetapi hanya sedikit orang yang berinteraksi dengan kontennya dan hampir tidak ada yang melakukan pembelian.
Di sisi lain, bisnis dengan 5.000 followers bisa saja mendapatkan lebih banyak pelanggan karena memiliki audiens yang sesuai dengan target pasar.
Artinya, kualitas audiens dan strategi pemasaran lebih penting daripada sekadar mengejar angka followers.
Lalu, Bagaimana Digital Marketing Bekerja?
Secara sederhana, digital marketing bekerja dengan membawa calon pelanggan melalui beberapa tahapan, mulai dari mengenal bisnis hingga akhirnya melakukan pembelian.
1. Membangun Awareness
Tahap pertama adalah membuat target audiens mengetahui keberadaan bisnis.
Konten media sosial, SEO, iklan digital, video, website, hingga kolaborasi dengan kreator dapat digunakan untuk meningkatkan brand awareness.
Tujuannya bukan langsung menjual, tetapi membuat audiens mulai mengenal:
- Siapa brand Anda
- Produk atau jasa yang ditawarkan
- Masalah apa yang bisa Anda bantu selesaikan
- Apa yang membuat bisnis Anda berbeda
Semakin relevan konten yang dibuat, semakin besar peluang bisnis dikenal oleh audiens yang tepat.
2. Membangun Interest dan Engagement
Setelah mengenal brand, audiens perlu memiliki alasan untuk terus mengikuti dan memperhatikan bisnis.
Konten edukasi, tips, storytelling, video pendek, studi kasus, hingga konten interaktif dapat membantu membangun engagement.
Pada tahap ini, bisnis tidak hanya berbicara tentang produk.
Konten sebaiknya menjawab pertanyaan dan masalah yang memang dialami target audiens.
Misalnya, bisnis jasa digital marketing tidak harus selalu mengunggah promo. Konten seperti “Kenapa website sudah ada tetapi tidak muncul di Google?” dapat menarik calon pelanggan yang sedang menghadapi masalah tersebut.
3. Membangun Kepercayaan
Orang tidak selalu membeli hanya karena melihat sebuah produk.
Mereka juga perlu percaya kepada bisnis yang akan mereka pilih.
Karena itu, digital marketing perlu membangun trust melalui berbagai bentuk konten seperti:
- Testimoni pelanggan
- Portofolio
- Studi kasus
- Behind the scenes
- Informasi produk yang transparan
- Konten edukatif
- Review atau pengalaman pelanggan
Semakin kuat kepercayaan yang dibangun, semakin mudah audiens mempertimbangkan produk atau jasa yang ditawarkan.
4. Mengarahkan Audiens untuk Bertindak
Konten yang bagus tetap perlu memiliki tujuan.
Jangan sampai audiens hanya melihat, menyukai, lalu scroll ke konten berikutnya.
Gunakan Call to Action (CTA) yang jelas sesuai tujuan kampanye.
Contohnya:
- “Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda.”
- “Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lengkap.”
- “Cek layanan kami melalui website.”
- “DM kami untuk mengetahui detail paket.”
CTA membantu audiens mengetahui langkah selanjutnya setelah melihat konten.
5. Mengubah Audiens Menjadi Pelanggan
Inilah bagian penting dari digital marketing.
Tujuan pemasaran bukan hanya mendapatkan views, likes, atau followers, tetapi menciptakan perjalanan yang memungkinkan audiens berubah menjadi leads dan pelanggan.
Misalnya:
Konten → Website/WhatsApp → Konsultasi → Penawaran → Transaksi
Setiap tahap perlu dirancang agar audiens tidak kehilangan arah.
Karena itu, media sosial sebaiknya tidak berdiri sendiri. Website, WhatsApp, iklan digital, SEO, dan berbagai channel lainnya dapat saling mendukung dalam proses pemasaran.
Digital Marketing Bukan Sekadar Posting Konten
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan bisnis adalah menganggap digital marketing hanya sebatas rutin upload di Instagram atau TikTok.
Padahal, digital marketing memiliki cakupan yang jauh lebih luas.
Strateginya dapat meliputi:
- Social Media Marketing untuk membangun awareness dan engagement
- SEO untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari
- Digital Advertising untuk menjangkau target audiens secara lebih spesifik
- Content Marketing untuk memberikan informasi yang relevan
- Website Marketing sebagai tempat calon pelanggan mendapatkan informasi
- Lead Generation untuk mendapatkan calon pelanggan
- Data Analysis untuk mengevaluasi performa kampanye
Semua bagian tersebut dapat bekerja bersama untuk mencapai tujuan bisnis.
Jangan Hanya Mengukur Followers
Jika tujuan utama bisnis adalah mendapatkan penjualan, jangan hanya melihat pertumbuhan followers.
Beberapa metrik lain yang dapat diperhatikan antara lain:
- Engagement rate
- Reach
- Website traffic
- Jumlah leads
- Jumlah inquiry
- Conversion rate
- Cost per lead
- Jumlah transaksi
- Return on Ad Spend (ROAS)
Dengan melihat data tersebut, bisnis dapat mengetahui apakah strategi yang dijalankan benar-benar memberikan dampak terhadap tujuan pemasaran.
Followers Sedikit Bukan Berarti Bisnis Tidak Bisa Berkembang
Sebaliknya, bisnis dengan followers yang belum terlalu banyak tetap memiliki peluang untuk mendapatkan pelanggan.
Kuncinya adalah menjangkau orang yang tepat dengan pesan yang tepat melalui channel yang tepat.
Misalnya, sebuah bisnis B2B mungkin tidak membutuhkan jutaan followers. Mereka mungkin lebih membutuhkan audiens yang benar-benar terdiri dari pemilik bisnis, decision maker, atau orang yang membutuhkan layanan tersebut.
Jadi, jangan hanya bertanya:
“Berapa banyak followers yang kita punya?”
Coba tanyakan juga:
“Berapa banyak followers yang sesuai dengan target pasar kita?”
Saatnya Mengubah Followers Menjadi Peluang Bisnis
Digital marketing yang efektif membutuhkan lebih dari sekadar konten yang terlihat menarik.
Dibutuhkan strategi yang menghubungkan konten, audiens, brand, website, komunikasi, hingga proses penjualan.
Jika saat ini bisnis Anda sudah aktif di media sosial tetapi belum mendapatkan hasil yang sesuai harapan, mungkin yang perlu diperbaiki bukan jumlah postingannya, melainkan strateginya.
Lensagram membantu bisnis membangun strategi digital marketing yang tidak hanya fokus pada tampilan konten, tetapi juga bagaimana setiap aktivitas digital dapat mendukung tujuan bisnis.
Mulai dari social media management, content creation, SEO, digital campaign, hingga kebutuhan website, strategi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan target bisnis Anda.
Jangan hanya kejar followers. Bangun strategi digital yang menghasilkan peluang bisnis.
Konsultasikan kebutuhan digital marketing bisnis Anda bersama Lensagram.
Lensagram Digital Marketing Agency yang membantu brand tumbuh lebih strategis di dunia digital.