Kesalahan Umum dalam Membuat Konten Instagram dan Cara Menghindarinya

Instagram bukan cuma tempat upload foto cantik. Buat bisnis, ini adalah mesin branding, penjualan, dan kepercayaan pelanggan. Tapi sayangnya, banyak brand sudah rajin posting tapi hasilnya gitu-gitu aja: reach kecil, engagement rendah, followers stagnan. Biasanya penyebabnya bukan algoritma tapi kesalahan strategi konten.

Yuk bahas kesalahan paling sering terjadi dan cara menghindarinya.


1. Posting Tanpa Tujuan yang Jelas

Banyak akun bisnis upload konten hanya karena “biar feed hidup”. Akhirnya isi konten campur aduk dan tidak punya arah.

Masalahnya:
Audiens tidak paham kamu ini siapa, jual apa, dan kenapa harus follow.

Cara Menghindari:
Sebelum posting, tentukan tujuan konten:

  • Edukasi (menambah value)
  • Engagement (mengundang interaksi)
  • Branding (memperkuat citra)
  • Selling (mendorong penjualan)

Setiap konten harus punya fungsi.


2. Terlalu Fokus Jualan

Feed isinya promo, harga, diskon, dan produk terus.

Masalahnya:
Orang datang ke Instagram untuk hiburan & inspirasi, bukan katalog jualan.

Cara Menghindari:
Pakai rumus konten:
70% value + 20% engagement + 10% selling

Berikan tips, insight, cerita, atau hiburan yang relevan dengan target audiens.


3. Visual Tidak Konsisten

Hari ini desain minimalis, besok warna neon, lusa font beda lagi.

Masalahnya:
Brand terlihat tidak profesional dan sulit dikenali.

Cara Menghindari:
Gunakan brand guideline:

  • Warna utama
  • Jenis font
  • Gaya visual (clean, bold, soft, dll)

Konsistensi bikin brand mudah diingat.


4. Caption Terlalu Datar

Hanya menjelaskan foto tanpa storytelling atau ajakan interaksi.

Masalahnya:
Audiens tidak punya alasan untuk like, komen, atau share.

Cara Menghindari:
Gunakan struktur caption:
Hook → Value → CTA

Contoh CTA:

  • “Setuju nggak?”
  • “Tim A atau Tim B?”
  • “Simpan postingan ini!”

5. Tidak Memahami Target Audiens

Konten dibuat berdasarkan selera pemilik bisnis, bukan kebutuhan audiens.

Masalahnya:
Konten tidak relevan, jadi di-skip.

Cara Menghindari:
Kenali audiens:

  • Umur berapa?
  • Masalah mereka apa?
  • Konten seperti apa yang mereka sukai?

Konten yang relate = engagement naik.


6. Jarang Posting atau Tidak Konsisten

Posting 5 kali hari ini, lalu hilang 2 minggu.

Masalahnya:
Algoritma sulit membaca akun, audiens lupa.

Cara Menghindari:
Buat content calendar. Konsisten lebih penting daripada banyak.


7. Tidak Memanfaatkan Format Video (Reels)

Masih fokus hanya pada foto.

Masalahnya:
Reach jadi terbatas.

Cara Menghindari:
Prioritaskan Reels karena jangkauan lebih luas. Kombinasikan dengan carousel edukatif.


8. Tidak Menggunakan Data Insight

Posting tanpa melihat performa sebelumnya.

Masalahnya:
Tidak tahu konten mana yang berhasil.

Cara Menghindari:
Pantau:

  • Reach
  • Save
  • Share
  • Watch time (untuk video)

Ulangi format yang performanya bagus.


Kesimpulan

Konten Instagram gagal bukan karena kurang effort, tapi karena kurang strategi. Hindari kesalahan umum seperti terlalu jualan, visual tidak konsisten, caption membosankan, dan tidak memahami audiens. Konten yang punya tujuan, nilai, dan strategi jelas akan jauh lebih efektif meningkatkan engagement dan penjualan.

Kalau ingin konten Instagram bisnis kamu lebih terarah, profesional, dan benar-benar menghasilkan…

👉 Serahkan strategi dan produksi kontenmu ke tim ahlinya di Lensagram.
Dari konsep, desain, sampai optimasi engagement semua dirancang agar brand kamu tampil beda dan lebih menonjol di Instagram.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *